Dinamika Revitalisasi Badan Usaha Milik Desa Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) Pascapandemi dalam Mendorong Desa Mandiri Ekonomi: Pendekatan Grounded Theory pada Badan Usaha Milik Desa di Kecamatan Sakra Barat Tahun 2026
Keywords:
Revitalization of Village-Owned Enterprises, Independent Village , Revitalisasi Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), Desa MandiriAbstract
Abstract: This study examines the dynamics of Village-Owned Enterprises Badan Usaha Milik Desa (BUMDes)) revitalization in the post-pandemic era towards achieving economically independent villages in Sakra Barat District, East Lombok Regency in 2026. Using a grounded theory approach with multi-site case studies, this qualitative research explores how BUMDes overcome capital and loan constraints while maintaining their role in providing training and revolving capital for rural communities. Data were collected through in-depth interviews with BUMDes managers, village officials, and community beneficiaries, supplemented by participant observation and documentation analysis. The findings reveal that post-pandemic BUMDes revitalization involves three main dimensions: restructuring financial management systems, strengthening human resource capacity through training programs, and diversifying business units to adapt to economic recovery conditions. Despite facing challenges such as decreased purchasing power, limited government funding, and managerial capacity gaps, BUMDes demonstrate resilience through innovative strategies including digital integration, inter-village collaboration via BUMDes forums, and alignment with the Ministry of Villages' 2026 priority programs. This study contributes to the theoretical understanding of community empowerment through village economic institutions and provides practical implications for sustainable rural development policy in Indonesia.
Abstrak: Penelitian ini mengkaji dinamika revitalisasi Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) pascapandemi dalam mendorong kemandirian ekonomi desa di Kecamatan Sakra Barat, Kabupaten Lombok Timur pada tahun 2026. Menggunakan pendekatan grounded theory dengan studi kasus multi-situs, penelitian kualitatif ini mengeksplorasi bagaimana BUMDes mengatasi kendala permodalan dan pinjaman sambil mempertahankan perannya dalam menyediakan pelatihan dan modal bergulir bagi masyarakat desa. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan pengelola BUMDes, aparatur desa, dan masyarakat penerima manfaat, dilengkapi dengan observasi partisipatif dan analisis dokumentasi. Temuan mengungkapkan bahwa revitalisasi BUMDes pascapandemi melibatkan tiga dimensi utama: Restrukturisasi sistem pengelolaan keuangan, penguatan kapasitas sumber daya manusia melalui program pelatihan, dan diversifikasi unit usaha untuk beradaptasi dengan kondisi pemulihan ekonomi. Meskipun menghadapi tantangan seperti penurunan daya beli, keterbatasan pendanaan pemerintah, dan kesenjangan kapasitas manajerial, BUMDes menunjukkan ketahanan melalui strategi inovatif termasuk integrasi digital, kolaborasi antar-desa melalui forum BUMDes, dan penyelarasan dengan program prioritas Kementerian Desa 2026. Penelitian ini berkontribusi pada pemahaman teoritis pemberdayaan masyarakat melalui kelembagaan ekonomi desa dan memberikan implikasi praktis bagi kebijakan pembangunan perdesaan berkelanjutan di Indonesia.
References
Ababil, A. A., & Yulistiyono, H. (2022). Peran Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dalam mengelola desa wisata Bukit Kehi sebagai pengembangan ekonomi masyarakat desa. Jurnal Ilmiah Aset, 24(2), 97–112. https://doi.org/10.37470/1.24.2.204
Adilah, H., & Rani, U. (2020). Kajian teoritis pelaporan keuangan pada Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) ditinjau dari SAK ETAP. Gorontalo Accounting Journal, 3(2), 116–127. https://doi.org/10.32662/gaj.v3i2.1029
Arindhawati, A. T., & Utami, E. R. (2020). Dampak keberadaan badan usaha milik desa (Badan Usaha Milik Desa (BUMDes)) terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat (studi pada Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di Desa Ponggok, Tlogo, Ceper, dan Manjungan Kabupaten Klaten). Reviu Akuntansi dan Bisnis Indonesia, 4(1), 43–55. https://doi.org/10.18196/rab.040152
Charmaz, K. (2014). Constructing grounded theory (2nd ed.). SAGE Publications.
Geru, S. (2024). Improved performance of village-owned enterprises (Badan Usaha Milik Desa (BUMDes)). Public Policy Journal, 1(1).
Hidayah, U., Mulatsih, S., & Purnamadewi, Y. L. (2019). Evaluasi badan usaha milik desa (Badan Usaha Milik Desa (BUMDes)) di Desa Pagelaran, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor periode 2015–2018. JSHP: Jurnal Sosial Humaniora dan Pendidikan, 3(2). https://doi.org/10.32487/jshp.v3i2.676
Hilmawan, R., Aprianti, Y., Vo, D. T. H., Yudaruddin, R., Bintoro, R. F. A., Fitrianto, Y., & Wahyuningsih, N. (2023). Rural development from village funds, village-owned enterprises, and village original income. Journal of Open Innovation: Technology, Market, and Complexity, 9(4), Article 100159. https://doi.org/10.1016/j.joitmc.2023.100159
Ibrahim. (2018). Manajemen badan usaha milik desa. Deepublish.
Ikhwansyah, I., Afriana, A., Faisal, P., & Trisnamansyah, P. (2020). Badan usaha milik desa (Badan Usaha Milik Desa (BUMDes)). Keni Media.
Nurcholis, H. (2020). Pemerintah desa, nagari, gampong, marga, dan sejenisnya: Pemerintahan tidak langsung warisan kolonial yang inkonstitusional. Universitas Terbuka.
Oktaputri, A., Hidayat, K., & Cahyono, E. D. (2025). The role of village-owned enterprises (Badan Usaha Milik Desa (BUMDes)) ‘Restu Ibu’ in community empowerment in Ngambon Village, Bojonegoro Regency. Journal of Community Service and Empowerment, 6(1). https://doi.org/10.22219/jcse.v6i1.35012
Puri, I. T., & Khoirunurrofik, K. (2021). The role of village-owned enterprises (BADAN USAHA MILIK DESA (BUMDES)) for the village community economy. Economics Development Analysis Journal, 10(1), 12–21. https://doi.org/10.15294/edaj.v10i1.40823
Safitri, D. F., Daryono, & Suchaina. (2025). The role of village-owned enterprises (Badan Usaha Milik Desa (BUMDes)) in people’s economic empowerment in Tanggulangin Village, Pasuruan Regency. Jurnal Dinamika Sosial Ekonomi, 26(2), 163–171. https://doi.org/10.31315/jdse.v26i2.15884
Sari, A., & Ilham, T. (2024). A deep dive into the success of joint village-owned enterprises (Joint-Badan Usaha Milik Desa (BUMDes)) in Indonesia: An interpretive structural modeling (ISM) approach. Jurnal Bina Praja, 16(1), 215–233. https://doi.org/10.21787/jbp.16.2024.215-233
Sidik, F. (2015). Menggali potensi lokal mewujudkan kemandirian desa. JKAP (Jurnal Kebijakan dan Administrasi Publik), 19(2), 115–131. https://doi.org/10.22146/jkap.7962
Sujarweni, V. W. (2021). Akuntansi Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) (badan usaha milik desa). Pustaka Baru Press.
Vinoli, S., & Wisesa, W. V. A. (2025). Evaluating the role of village-owned enterprise (Badan Usaha Milik Desa (BUMDes)) in contributing to village independent revenue (PADes): Case study of Benteng Gajah Village. COSTING: Journal of Economic, Business and Accounting, 8(4).






